Pedagang mie caluek di Lueng Putu, Pidie Jaya, Aceh
Oleh Nur Izzati
Bagi masyarakat Aceh kata-kata mie caluek sudh sangat tidak asing lagi. Terlebih bila mengaitkannya dengan bulan ramadhan. Sudah pasti masyarakat aceh akan melihat bahwa mie caluek ini menjadi daya tarik yang sangat menggoda penglihatan agar dibeli. Nah, berbicara mengenai ini pada ulasan kali ini saya akan membahas tentang kira-kira berapa ya pengahasilan dari mereka ini ?
Yuk intip paparan saya dibawah ini!
Mie caluek seperti namanya dimana mie yang sudah dimasak dirumah kemudian dibawa kesatu lapak yang telah mereka tentukan, dan menjualnya dengan harga yang lebi murah dari pada mie aceh goreng. Mie caluek ini di Lueng Putu bisa didapatkan dengan hanya 3.000 rupiah yah anda tidak salah membaca, hanya tiga ribu rupiah anda bisa mendapatkan mie caluek ini.
Menurut salah satu narasumber saya, sebut saja kak dah, beliau mendapatkan penghasilan dengan lumayan banyak, berkisar pada angkan 400 – 700 ribu rupiah perhari pada bulan ramadhan ini, walaupun itu bukan angka yang banyak, tapi untuk kebutuhan dikampung yang tidak semahal kota, itu sudah cukup untuk modal dan pulang laba kembali. Kata beliau ketika saya wawancarai, pelanggan yang datangpun bisa dari berbagai tempat, bahkan mie caluek ini sudah terkenal sampai ketetanga tetangga kampung. Hehe
Kemudian beliau juga berkata bahwa setiap pelanggan sekurang-kurangnya memesan 3 porsi untuk sekali sore. Dan juga kata beliau sebanyaknya yang memesan bahkan sampai 15 porsi untuk waktu ramadhan ini. wah !! Banyak yah. Nah dari sini beliau berkata bahwa penghasilan yang beliau dapatkan tergantung dari mie caluek tersebut habis atau tidaknya. Jika habis ludes, maka penghasilannya sekitar 650 ribu rupiah. Namun jika tidak habis maka penghasilannya cuman 450 – 500 ribu rupiah saja.
Nah dari sini kita tahu bahwa penjual mie caluek ini juga kadang-kadang mengalami kerugian dimana mereka tidak mendapatkan laba lebih banyak hanay sedikit saja. Penjual mie caluek ini sendiri, mengeluarkan modal untuk membeli semua bahan-bahan yang mereka perlukan sekitar 200 - 250 ribu rupiah. Hal ini tergantung dari seberapa pagi mereka datang kepasar, karena hal yang unik juga di Lueng Putu adalah adanya pasar pagi yang segala jenis sayurannya murah. Tergantung seberapa paginya kita sampai ke pasar. Bagi kamu penyuka sayuran segar, boleh dicoba untuk berkunjung ke Lueng Putu, Pidie Jaya, masih dikawasan Aceh kok. Di pasar pagi ini, kak Dah, penjual mie caluek tadi mulai membeli bahan-bahan yang beliau perlukan seperti, mie aceh mentah, mie hun, kol, toge, bawang merah, kacang tanah, cabai merah, cabai rawit, cabai hijau, dan lain sebagainya yang memang sangat diperluakan dalam membuat mie caluek. Setelah itu semua baru kemudia kak Dah ini kembali pulang ke rumah dan memasak hal yang beliau jual, mie caluek.
Oleh Nur Izzati
Bagi masyarakat Aceh kata-kata mie caluek sudh sangat tidak asing lagi. Terlebih bila mengaitkannya dengan bulan ramadhan. Sudah pasti masyarakat aceh akan melihat bahwa mie caluek ini menjadi daya tarik yang sangat menggoda penglihatan agar dibeli. Nah, berbicara mengenai ini pada ulasan kali ini saya akan membahas tentang kira-kira berapa ya pengahasilan dari mereka ini ?
Yuk intip paparan saya dibawah ini!
Mie caluek seperti namanya dimana mie yang sudah dimasak dirumah kemudian dibawa kesatu lapak yang telah mereka tentukan, dan menjualnya dengan harga yang lebi murah dari pada mie aceh goreng. Mie caluek ini di Lueng Putu bisa didapatkan dengan hanya 3.000 rupiah yah anda tidak salah membaca, hanya tiga ribu rupiah anda bisa mendapatkan mie caluek ini.
Menurut salah satu narasumber saya, sebut saja kak dah, beliau mendapatkan penghasilan dengan lumayan banyak, berkisar pada angkan 400 – 700 ribu rupiah perhari pada bulan ramadhan ini, walaupun itu bukan angka yang banyak, tapi untuk kebutuhan dikampung yang tidak semahal kota, itu sudah cukup untuk modal dan pulang laba kembali. Kata beliau ketika saya wawancarai, pelanggan yang datangpun bisa dari berbagai tempat, bahkan mie caluek ini sudah terkenal sampai ketetanga tetangga kampung. Hehe
Kemudian beliau juga berkata bahwa setiap pelanggan sekurang-kurangnya memesan 3 porsi untuk sekali sore. Dan juga kata beliau sebanyaknya yang memesan bahkan sampai 15 porsi untuk waktu ramadhan ini. wah !! Banyak yah. Nah dari sini beliau berkata bahwa penghasilan yang beliau dapatkan tergantung dari mie caluek tersebut habis atau tidaknya. Jika habis ludes, maka penghasilannya sekitar 650 ribu rupiah. Namun jika tidak habis maka penghasilannya cuman 450 – 500 ribu rupiah saja.
Nah dari sini kita tahu bahwa penjual mie caluek ini juga kadang-kadang mengalami kerugian dimana mereka tidak mendapatkan laba lebih banyak hanay sedikit saja. Penjual mie caluek ini sendiri, mengeluarkan modal untuk membeli semua bahan-bahan yang mereka perlukan sekitar 200 - 250 ribu rupiah. Hal ini tergantung dari seberapa pagi mereka datang kepasar, karena hal yang unik juga di Lueng Putu adalah adanya pasar pagi yang segala jenis sayurannya murah. Tergantung seberapa paginya kita sampai ke pasar. Bagi kamu penyuka sayuran segar, boleh dicoba untuk berkunjung ke Lueng Putu, Pidie Jaya, masih dikawasan Aceh kok. Di pasar pagi ini, kak Dah, penjual mie caluek tadi mulai membeli bahan-bahan yang beliau perlukan seperti, mie aceh mentah, mie hun, kol, toge, bawang merah, kacang tanah, cabai merah, cabai rawit, cabai hijau, dan lain sebagainya yang memang sangat diperluakan dalam membuat mie caluek. Setelah itu semua baru kemudia kak Dah ini kembali pulang ke rumah dan memasak hal yang beliau jual, mie caluek.
Komentar
Posting Komentar